BUKU MANUAL PERAWATAN DAIHATSU FEROZA SPORTRAK F300

Daihatsu Feroza atau yang juga dikenal dengan sebutan Daihatsu Sportrak (F300) diproduksi pada tahun 1989-2002. Dan dijual di banyak negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Yunani, Turki, Malaysia, Indonesia. Mobil ini menggunakan mesin HD dan HD-HE yang berbahan bakar bensin dengan kapasitas 1600cc.

Untuk pasar Indonesia sendiri mobil ini mulai masuk pada tahun 1994 sampai 1999. Hadir dalam beberapa varian seperti Megatop, Long, dan SE. Menurut data dari Daihatsu Indonesia, Daihatsu Feroza laku terjual sekurang-kurangnya 50 ribu unit di Indonesia.

Dari segi platform atau bentuk, Daihatsu Feroza meminjam atau menggunakan platform yang sama persis dengan kakaknya yaitu Daihatsu Taft. Jadi nggak jarang orang lumayan sering salah mengira kalau ketemu di jalan.

Untuk perawatan, mobil ini lumayan mudah dan murah. Karena onderdil atau spare part nya masih banyak tersedia mulai dari yang original (asli) sampai imitasinya. Untuk pekerjaan umum seperti ganti oli dan tune up hampir semua bengkel dapat mengerjakan. Jadi kamu nggak perlu khawatir kesulitan cari bengkel.

Boros, ini adalah keluhan umum para pengguna Daihatsu Feroza di Indonesia. Konsumsi bensin mobil ini rata-rata 1:7 dalam kota dan 1:9 luar kota. Tapi menurut pengalaman saya selama memakai mobil ini, sebetulnya nggak boros-boros banget. Penyebab utama borosnya adalah kurangnya perawatan dan modifikasi berlebihan seperti upgrade ukuran ban, bumper, audio yang otomatis berat kendaraan bertambah dan beban mesin meningkat.

Penyebab boros lainnya adalah salah perawatan, baik di sektor pengapian dan pembakaran. Karburator sebagai jantung utama mobil ini sering kali jadi tersangka utama penyebab mobil jadi boros. Apalagi jalur selang vakum karburator mobil ini terkenal lebih rumit dibanding mobil-mobil lain. Lumayan banyak mekanik salah setting jalur vakum. Dalam artikel ini saya coba lengkapi dengan buku manual perawatan lengkap dari Daihatsu Feroza yang bisa kalian unduh atau download melalui link (tautan) di sini.

Nah gimana donk cara bikin Daihatsu Feroza jadi lebih hemat bensin, nih saya kasih beberapa tips:

  • Gunakan spesifikasi standard pabrik terutama ukuran ban
  • Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi
  • Perawatan yang baik
  • Eco Drive
  • Tambahkan suplemen jika dibutuhkan

Untuk detailnya kalian bisa baca di link (tautan) berikut ini ya.

Tagged : / /

Perawatan dan Service AC Mobil Itu Wajib Hukumnya Daripada Nyesel Kemudian Hari

Percaya atau tidak, komponen ini salah satu yang sering terlewatkan alias terlupakan dalam ritual perawatan mobil. Karena orang berpendapat selama AC masih dingin berarti nggak ada masalah, rata-rata mereka baru datang ke bengkel AC setelah ada keluhan, ya kalau cuma sekedar masalah kotor sih masih OK, tapi nggak jarang akibat malas melakukan perawatan AC akhirnya berujung harus ganti ini itu.

Tulisan ini murni pendapat pribadi dan dimana kebetulan beberapa waktu yang lalu saya melakukan perawatan AC sekaligus diskusi dengan mekanik, jadi mohon dikoreksi ya kalau ada yang kurang pas baik terminologi ataupun teorinya.

Secara umum sistem AC di mobil terdiri dari beberapa komponen utama, dimulai dari kompresor, kondensor, receiver, evaporator, dan tentunya pipa-pipa yang menghubungkan dari satu komponen ke komponen lainnya. Yuk kita runut fungsi masing-masing komponen tersebut.

  1. Kompresor, sesuai dengan namanya dia berfungsi untuk memberikan tekanan atau kompresi freon dan kemudian dipompa keluar. Banyak orang salah paham dimana menyangka freon yang dipompa dari kompresor itu sudah dingin dingin, padahal sebaliknya freon tersebut suhunya bisa mencapat 100 derajat celcius lho.
  2. Kondensor, setelah dipompa dari kompresor maka freon akan masuk ke dalam kondensor dimana dilakukan kondensasi dan suhunya turun minimal sampai 40%, proses ini juga dibantu oleh kipas pendingin jika dibutuhkan.
  3. Receiver, untuk memastikan freon bersih dan tidak membawa kotoran maka proses selanjutnya adalah menyaring kotoran yang dilakukan oleh receiver, bagi sebagian orang disebut juga dryer. Beberapa jenis receiver dilengkapi tabung kaca untuk dapat melihat kotoran yang ada atau ditampung di dalamnya.
  4. Evaporator, nah di komponen ini freon yang tadinya cair diubah menjadi gas dan suhunya turun drastis dan menjadi dingin yang nantinya akan disemprotkan atau didistribusikan oleh blower.

Setelah mengetahui fungsi dari masing-masing komponen tadi tentunya kita menginginkan performa yang maksimal, maka dari itu dibutuhkan perawatan yang baik donk. Nah khusus untuk perawatan rutin rekomendasi dari bengkel AC langganan saya jika penumpang atau pengemudi perokok aktif dan kabin cenderung banyak menampung debu maka sebaiknya tiap 6 bulan sekali termasuk cuci evaporator. Sedangkan jika sebaliknya cukup 12 bulan sekali perawatan rutin sekaligus cuci evaporator. Perlu diingat ya Daihatsu Feroza tidak dilengkapi dengan filter kabin, artinya komponen AC berpotensi lebih cepat kotor.

Nah apa saja yang dilakukan pada perawatan, berikut adalah ritual yang biasa dilakukan pada saat perawatan AC:

  1. Yang pasti pertama dilakukan adalah pengecekan kebocoran di jalur pipa dan sambungan, jika ditemukan kebocoran maka harus diperbaiki terlebih dahulu. Setelah itu pencucian kondensor, kemudian pembersihan pipa-pipa termasuk sambungan. Kemudian dilakukan kuras oli, nah khususnya mobil lama rata-rata masih menggunakan freon jenis R12 (termasuk Daihatsu Feroza) dimana produk ini sudah sangat jarang tersedia dan biasanya diganti dengan R134 dimana oli yang dipakai itu jenisnya berbeda, perlu diperhatikan dan dipastikan kompresor sehat ya karena nggak jarang penggantian oli ini mengakibatnya kompresor malah jadi rusak. Lanjut pengecekan magnetic clutch, dan belt. Dan terakhir adalah pencucian evaporator (termasuk mengecek expansion valve-nya)
  2. Setelah pengecekan tadi semua selesai dilakukan dan wajib hasilnya bagus, tahapan berikutnya adalah mengecek kompresi di low pressure dan high pressure. Untuk pengecekan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang dihubungkan ke kompresor (untuk low pressure) atau jalur setelah keluar dari evaporator, dan untuk high pressure ke pipa setelah receiver. Biasanya untuk menghubungkan alat ini menggunakan pentil. Nah masalahnya karena bawaan Daihatsu Feroza adalah R12 dimana untuk ini masih menggunakan pentil kecil sehingga perlu diganti dulu, karena jika tidak dilakukan penggantian maka biasanya bengkel AC hanya mengecek sisi low pressure padahal pengecekan high pressure juga sangat dianjurkan agar tidak dilewatkan. Sebagai catatan referensi indikasi low pressure yang sehat itu di kisaran 25-35 jika angkanya diluar angka ini maka perlu dicek kesehatan kompresor, dan high pressure itu di 200-250 sama halnya dengan low pressure jika diluar angka ini maka komponen yang perlu dicek adalah kondensornya.
  3. Setelah semua rangkaian pekerjaan tadi hasilnya bagus maka berikutnya dilakukan pengisian oli freon, nah proses pengisian freon ini ada beberapa pendekatan. Ada bengkel yang mengharuskan kompresor turun , ada juga yang tidak dengan cara menggunakan alat khusus tentunya. Setelah oli berhasil diinjeksi ke dalam sistem AC berikutnya adalah pengisian freon, untuk Daihatsu Feroza sendiri biasanya dibutuhan 1,5 kaleng.
  4. Tahapan terakhir dari perawatan AC adalah menyalakan kembali dan mengukur suhu, menurut bengkel langganan ciri sistem AC yang sangat sehat adalah kalau kompresor sampai berembun. Dan untuk rekomendasi suhu idealnya adalah 4-7 derajat celcius di muka blower. Dibawah 4 tidak dianjurkan karena beban kerja kompresor akan semakin berat dan dikhawatirkan berpotensi memperpendek usia pakai juga.

Nah kira-kira begitulah ritual perawatan AC, saya pribadi sangat menyarankan agar dilakukan secara rutin. Sebagai informasi tambahan saja, dulu saya termasuk yang malas melakukan perawatan dan berakhir harus mengganti sistem pendingin total. Sekitar tahun 2015 itu keluar biaya 7 juta rupiah yang dibayar melalui cicilan 0%.

Tagged : /

3 Tips Gampang Merawat Kaki-Kaki Mobil Khususnya Daihatsu Taft dan Feroza

Nggak jarang terjadi kasus mobil lari atau narik ke kanan atau ke kiri bahkan setelah dilakukan spooring masih belum sembuh juga penyakitnya. Sudah pasti sumbernya adalah kaki-kaki, dan biasanya terjadi di mobil-mobil yang sudah berumur. Kadang juga kita sering melewati medan yang cenderung off road. Sekedar mengingatkan, umur termuda Daihatsu Feroza dan Taft itu sudah 20 tahun lebih lho.

Kalau kita coba urutkan ada beberapa komponen yang potensial mengalami kerusakan awal akibat kondisi jalan dan tentunya usia pakai mobil. Mulai dari bearing king pen, bearing cv joint (bahkan cv joint juga perlu dicek), bushing atau karet per termasuk stabilizer kalau pakai, tierod, draklink dan washer alias seal atau packing. Pada kondisi yang lebih parah bahkan ditemukan beberapa kejadian dimana knuckle atau biasa disebut gayung dan gardan melintir (bengkok) meski nggak kasat mata.

Nah gimana tips agar mobil kita tetap sehat kaki-kakinya, yuk disimak:

  1. Menghindari jalan berlubang, dan seandainya memang harus dilewati maka jaga kecepatan dan amati medan
  2. Melakukan spooring dan balancing secara rutin, idealnya tiap 20 ribu kilometer atau 1 tahun sekali
  3. Mengganti onderdil kalau sudah masuk periode penggantian, jangan tunggu rusak karena biasanya kalau sudah rusak berpotensi merembet ke onderdil yang lain

Diharapkan 3 tips di atas bisa membantu teman-teman agar selalu sehat kaki-kaki mobilnya, dan mungkin juga kalau bisa ikut gabung dengan komunitas atau klub yang spesifik membahas Daihatsu Feroza dan Taft, karena di sana pasti banyak teman-teman yang bisa memberikan solusi dan rekomendasi. Salah satunya bisa cek akun Facebook Asosiasi Feroza Indonesia (AFI) dan Taft Diesel Indonesia (TDI)

Tagged : /

5 Tips Bikin Hemat Dan Irit Daihatsu Feroza

“Om, Feroza-nya satu berapa?” Ini template pertanyaan hampir di semua pengguna Daihatsu Feroza, baik perorangan maupun klub. Bukan tanpa sebab, karena memang mobil ini dikenal sangat akrab dengan SPBU alias boros. Rata-rata konsumsi BBM Feroza berada di-kisaran 1:6 sampai 1:8, dan inilah alasan pertanyaan tadi di atas.

Bisa nggak sih dibikin lebih hemat dan irit tapi tenaga tetap responsif? Jawabnnya bisa banget, tapi tentunya jangan berharap tiba-tiba jadi 1:15 ya. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, yaitu:

  1. Kembalikan ke spesifikasi standard, mulai dari ban, velg, knalpot, dll. Kenapa? Karena sebagian besar Feroza yang berkeliaran (sepengamatan saya sudah mengalami modifikasi di sektor tadi). Ingat ketika ban di-upgrade ke-ukuran yang lebih besar otomatis berat ban bertambah dan efeknya untuk menggerakkan ban butuh lebih banyak tenaga, begitu juga knalpot nggak jarang yang sudah melakukan modifikasi header, resonator sampai muffler
  2. Gunakan bensin sesuai spesifikasi standard. Patokan mudahnya adalah besaran kompresi mesin, untuk Daihatsu Feroza itu di 1:9,5 artinya RON yang direkomendasikan adalah 92
  3. Perawatan yang baik, nggak jarang pemilik mobil kurang memperhatikan hal ini. Ingat lho umur termuda Feroza itu sekitar 20 tahun. Sebagian pemilik yang saya kenal rata-rata berpatokan “ganti kalau rusak” padahal setiap komponen memiliki usia pakai yang sangat dianjurkan sebelum masuk usia batas pakai diganti. Yang ada akhirnya lupa ganti akhirnya penyakit sudah merembet ke-komponen lain. Dan ujungnya malas ganti, dengan alasan “mahal”.
  4. “Eco Drive” intinya tau kapan ngegas tau kapan ngerem dengan bijak.
  5. Jika dibutuhkan gunakan suplemen, namun pilih yang benar-benar teruji. Salah satu suplemen yang pernah saya uji adalah voltage stabiliser, saat ini yang saya pakai QMax. Emang ngaruh? Awalnya nggak percaya tapi ternyata beneran ngaruh. Jadi karena mobil ini sudah tergolong tua bisa dipastikan kelistrikan juga sudah tua donk, ada kemungkinan bocor arus atau mungkin nggak bocor tapi arus yang dikirim dan yang sampai itu tekor efek dari kabel yang sudah berumur. Maka bisa jadi tenaga juga nggak sampai 100%. Nah dengan alat ini kelistrikan distabilkan dan berdampak pada naiknya tenaga. Otomatis karena tenaga sudah pulih maka beban mesin untuk menghasilkan tenaga yang sama menjadi lebih ringan, dampak lanjutannya adalah sudah pasti konsumsi bensin menjadi lebih irit. 1 suplemen yang saya tambahkan adalah fuel-catalyst BRQ. Fungsi perangkat ini sederhana, yaitu memperbaiki kualitas bensin. Efek yang langsung terasa ada tarikannya lebih ringan.

Dengan mengaplikasikan 5 tips di atas saya berhasil mendongkrak efisiensi BBM dari 1:7 ke 1:9 (dalam kota) dan 1:12 (luar kota). Inipun sudah dengan kondisi ban 31, bumper depan custom (tebal plat 3mm + 4mm), winch Warn, gardan depan untuk fungsi 4×4 (proses modifikasinya dapat dibaca di sini). Total penambahan berat sekitar 150kg. “Om, saya sudah ngikutin saran di atas tapi kok masih boros?” Jawabnya? “Kopdar aja yuk, kita cek bareng”

Tagged : /

Cara Bikin Empuk Bantingan Daihatsu Feroza

Ini juga salah satu yang lumayan banyak dikeluhkan oleh pemilik Feroza, konon katanya naik Feroza berasa naik truk. Ya kalau mau berasa naik sedan mending naik sedan beneran kali ya.

Tapi bukan berarti bantingan Feroza tidak dapat dibuat sedikit lebih nyaman, asal ritualnya dilakukan dengan benar dan tidak mengurangi faktor keamanan.

Di Indonesia ada 2 jenis suspensi Feroza yang beredar, edisi sebelum 96 yang menggunakan per daun dan edisi 96 ke atas yang sudah menggunakan per independent atau dalam bahasa kerennya per keong.

Tulisan ini khusus membahas per daun ya, cukup 3 hal yang dilakukan agar bantingan menjadi sedikit lebih empuk. Ini caranya biar bikin lebih empuk:

  1. Yang paling mudah adalah ganti shock breaker dengan tipe oli karena tipe gas cenderung lebih keras.
  2. Mengganti per daun nomor 1 (paling atas) dengan daun yang lebih panjang.
  3. Gunakan selalu ban standard dan velg standard

Dengan cara-cara ini niscaya bantingan Feroza anda akan lebih empuk tapi masih tetap aman.

Ingat jangan pernah lakukan rol per karena ubahan ini akan membuat per menjadi getas dan bisa tiba-tiba patah. Kalaupun ingin melakukan rol maka lakukan dengan metode yang benar jangan sekedar ditarik dan ditekuk paksa. Minimal per dipanaskan secara merata pada suhu yang dianjurkan.

Tagged : /

Begini Cara Upgrade Daihatsu Feroza Injeksi EFI Yang Benar

Setelah membaca banyak teori akhirnya diputuskan untuk membuktikan teori-teori yang berseliweran di dunia maya. Dan ternyata sama halnya dengan Pembuktian 4×4 (baca juga: Modifikasi Daihatsu Feroza 4×4) sebelumnya dimana sebagian besar teori tersebut hanya asumsi dan kata si A kata si B kata si anu, cuma ini cuma itu. Baiklah mari kita mulai ulasan yang lebih beracun dari sianida ini.

Komponen pertama yang paling penting otomatis adalah perangkat EFI yang terdiri dari ECU dengan wiring dan intake beserta sensor yang menempel di situ (bisa diperoleh dengan harga 3-4 jutaan), tadinya saya pikir ini sudah cukup. Tapi setelah membaca kitab suci panduan resmi manual dari Daihatsu untuk EFI ini ternyata wiring utamanya berbeda 100% dari wiring Feroza yang ada di Indonesia. Hal tersebut karena ada beberapa sensor tambahan, plus indikator di panel cluster speedometer. Dari temuan ini saya putuskan untuk menggunakan mesin utuh Feroza EFI lengkap dengan ECU yang saya datangkan khusus dari Jepang seharga sekitar 6,6jt. Itupun ternyata ketika datang adalah versi AT, beruntung yang berbeda hanya fly wheel transmisi, dan juga belum dilengkapi wiring utama dan wiring ECU, akhirnya saya menghubungi beberapa sahabat Feroza di Inggris dan Australia dan alhamdulillah akhirnya dapet juga, harus ditebus dengan harga 2,5jt termasuk ongkir plus pajak dan tambahan panel cluster speedometer yang menurut saya perlu diganti karena versi Indonesia tidak terdapat beberapa indikator yang sepengamatan saya minimal ada 5 tambahan indikator.

Dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim mesin mulai dipreteli dan sebagai acuan dasar turun mesin maka packing set original Jepang seharga sekitar 1,6jt, dan ring piston seharga sekitar 666rb harus diganti. Dan demi meningkatkan kinerja diputuskan juga dilakukan port polish dan optimasi ruang pembakaran, untuk sektor ini membutuhkan tambahan dana sekitar 5jt. Setelah mesin dipreteli juga ditemukan beberapa komponen yang perlu diganti, seperti thermostat, cover timing belt atas dan bawah (karena bawaannya sudah pecah), timing belt, tensioner, cover distributor dimana semua menggunakan komponen asli Daihatsu.

Kembali antri di ATM dan mulai bikin semaput saldo, kira-kira 2jt untuk belanja komponen ini. Tidak berhenti sampai di situ, masih jajan lagi nih untuk busi NGK, air radiator wurth 5 liter, dan oli mobil-1 15-50 full synthetic (mobil 1) yang ditebus semuanya sekitar 1,5 juta. Saya pikir sudah terpenuhi semua komponen yang dibutuhkan, eh ternyata masih ada yang luput yaitu air filter beserta kroninya, setelah tirakat akhirnya diputuskan menggunakan spesifikasi racing (K&N) plus custom selang hawa total dengan kisaran harga 3jt. Sentuhan terakhir adalah perawatan rutin AC sekaligus mengisi ulang freon yang otomatis terbuang pada saat perakitan ulang dan juga mengganti tabung dryer dengan perkiraan bon sekitar 1jt.

Untuk seluruh pekerjaan ini dikerjakan oleh sebuah bengkel spesialis balap dengan pengalaman 20 tahun lebih dibidangnya yang kebetulan pernah menjuarai drag race menggunakan Feroza di masa jayanya, proses negosiasi harga jasa bertemu di 15 juta yang untungnya bisa dicicil karena faktor kedekatan dengan pemiliknya.

Jadi berapa total biaya yang dibutuhkan untuk proyek ambisius dan idealis ini? Kalau tidak salah hitung sekitar 35jt. Sudah setara dengan harga sebuah Feroza ya. Tapi saya yakin jika ingin dikerjakan dengan minimalis dan prinsip “yang penting hidup dan EFI” maka biaya dapat dipangkas sekitar 1/3 dari total tadi. Dan saat ini saya sudah stok lilin untuk 1 tahun kedepan, karena setahun kedepan saya akan ambil pekerjaan paruh waktu NGEPET ☺

Penampakan menyusul ya (update: foto penampakan ada di gambar cover atas), direncanakan Q4 2016 sudah dapat dinikmati hasilnya. O ya seluruh proses ini menghabiskan waktu sekitar 9 bulan, dimulai dari perencanaan, riset, perburuan komponen, nabung sedikit-sedikit. ?

Tagged : /

Modifikasi Daihatsu Feroza 4×4 Ternyata Gampang Banget

Banyak teori dan pendapat bertebaran di dunia maya mengenai hal ini. Dan berangkat dari rasa penasaran akhirnya dibulatkan tekad untuk melakukan proyek ini.

Perburuan dimulai dengan komponen terbesarnya yaitu gearbox. Sebetulnya gearbox Feroza edisi Indonesia sudah dipersiapkan untuk 4×4, hal ini dapat dilihat dengan disediakannya ruangan untuk memasang transfercase, kalau berjiwa modifikator sejati dapat meracik transfercase copotan mobil lain untuk disesuaikan dengan Feroza. Kebetulan saya gak mau ribet dan memilih berburu gearbox copotan Feroza edisi luar negeri. Pemasangan komponen ini cenderung mudah, tinggal menurunkan gearbox lama dan pasang yang baru (gak sampai 30 menit prosesnya). Catatan khusus disini adalah plat penutup tuas transmisi perlu dimodifikasi (dilubangi) untuk tuas transfercase, inipun mudah dilakukan karena sudah ada garis pola di plat bawaannya. Mahar untuk gearbox sekitar IDR 5-8 jutaan.

Setelah gearbox maka ubahan berikutnya adalah gardan depan, paling gampang menggunakan gardan copotan Taft non independent, namun usahakan agar yang tahunnya paling muda. Jika ingin menghemat sedikit cari saja selongsongnya lalu rangkaian tengkoraknya dan as. Tapi kalau gak mau repot ya beli utuh saja, jadi tinggal copot yang lama dan pasang yang baru. Siapkan dana sekitar IDR 4-6 jutaan untuk bagian ini.

Berikutnya adalah komponen yang lumayan sulit dicari yaitu final gear. Untuk spesifikasinya adalah 7:37, hal ini karena rasio asli Feroza adalah memang 7:37, jika dipasang dengan rasio lain maka perputaran roda belakang dan depan akan pincang dan tidak optimal. Jika ingin plug n play adalah final gear copotan Feroza G2. Mungkin kalau bisa dapet copotan harganya berkisar IDR 2-3 jutaan, nah kalau mau beli baru maka harganya sekitar 7 jutaan.

Dan yang terakhir adalah kopel depan, saya sudah coba pakai kopel belakang Feroza, Jimny dan beberapa yang lain. Semuanya gak ada yang bisa plug n play masuk ke dalam transfercase. Saya sekali lagi harus mengimpor utuh copotannya dari UK, harganya sih cuma sekitar IDR 200 ribuan, tapi ongkirnya IDR 600 ribuan. Ini pun masih harus dimodifikasi dengan membuang flange aslinya dan disambung dengan flange gardan belakang Feroza (artinya harus membeli kopel belakang Feroza copotan), karena bagian flange gak cocok dengan flange gardan Taft GT, jadi perlu tambahan dana sekitar 700rb untuk membeli gardan belakang eks Feroza lokal.

Jangan lupa siapkan dana sekitar IDR 1-2 jutaan untuk jasa pasang dan penggantian komponen yang sudah aus, karena barang copotan biasanya ada saja bagian yang harus diganti, terutama yang bahannya karet atau packing.

Selamat mencoba! O ya, Daihatsu Feroza juga bisa upgrade injeksi lho. Nih baca di sini tutorial yang sudah terbukti!

Tagged : /