RPM Idle Mobil Kamu Nggak Stabil? Cek Onderdil Ini Segera!

Sudah berbulan-bulan RPM pada saat idle labil berat, mau balik ke bengkel langganan udah agak males karena berkali-kali setel ulang cuma sembuh sementara. Sampai sekitar 1 bulan yang lalu ada yang japri nanya dan nawar header ORD 4-1. Sepakat COD ternyata yang beli pake Feroza juga dan doyan balapan, akhirnya ngobrol-ngobrol dan diskusi juga soal keluhan saya. Dikasih 2 rekomendasi, 1 nama nggak asing dan sebenernya udah lama mau coba cuma masih menitip asa ke bengkel langganan yang berakhir dengan keputusasaan.

Akhirnya cari info kontak dan berbekal petunjuk dari Google Map Sabtu pagi cusss ke bengkel tersebut, sampai di lokasi bentukan bengkelnya sederhana banget, banyak onderdil bertebaran sempat kurang yakin sih. Langsung ketemu si empunya bengkel, namanya Mas Towo. Ternyata orangnya asyik diajak ngobrol dan langsung paham suara hati saya. O ya, saya juga bawain juga skema alur mesin yang didapat dari manual resmi Daihatsu Feroza F300 EFI sebagai tambahan referensi. Tips ini secara khusus memang membahas keluhan di mesin Feroza yang sudah mengadopsi EFI (injeksi), tulisan lengkapnya dapat dibaca disini. Meski demikian secara umum dapat dijadikan referensi untuk mobil lain, karena biasanya kendalanya sama kok.

Begini penjelasannya, secara umum mesinnya sehat cuma sambungan selang di intake perlu dipastikan kembali. Setelah dicek kendalanya ada di MAP sensor, nggak rusak tapi sepertinya sudah lemah jadi direkomendasikan diganti. O ya MAP sensor itu berfungsi untuk mengatur aliran udara ke intake. Nah tantangannya berhubung sebetulnya mesin ini bukan mesin yang beredar di Indonesia dan soketnya termasuk jenis lawas, akhirnya mau nggak mau soket perlu disesuaikan pakai yang lebih umum di Indonesia. Dicoba beberapa MAP sensor akhirnya yang cocok pakai DENSO 89420-0640. Pemasangannya perlu urut ulang sedikit kabel yang mengarah ke ECU, memastikan jalurnya sudah benar karena soketnya beda. Dan bener lho, RPM idle nya lebih anteng.

Selain itu juga ada penyesuaian jalur selang di throttle body, sebelumnya ada 2 selang yang tidak difungsikan, bahkan keduanya saling disambungkan (belakangan saya temukan sendiri berbekal panduan dari manual salah satu penyebab RPM nggak stabil ya gara-gara ini). 1 mengarah ke canister, disini ada perbedaan skema versi Indonesia dan versi luar negeri. Mesin Feroza F300 versi Indonesia itu aslinya karburator dan canister berada di bagian belakang mobil (di samping kanan jok penumpang belakang di dalam trim). Sedangkan versi luar negeri yang pakai EFI itu canister posisinya ada di ruang mesin sebelah kanan. Jadi secara fungsi canister itu untuk mengelola emisi dan bawaannya sudah dikelola sebetulnya. Kalau mau dipindah ke depan perlu lebih banyak pekerjaan mangkanya diputuskan tetap dinonaktifkan untuk sementara. Lalu selang ke2 yang sebelumnya tidak difungsikan, diarahkan untuk membantu power steering. O ya, distributor atau delco juga diatur ulang posisinya.

Nah dari sini penggantian MAP sensor dan penyesuaian jalur selang juga pengaturan distributor membawa efek positif. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas RPM bawah lebih stabil. Akhirnya saatnya mencoba hasilnya, dan wow beneran enak RPM bawahnya nih akselerasi juga lebih spontan. Disamping hal-hal di atas tadi, nggak ada salahnya juga mengecek idle up VSV, fungsi komponen ini adalah untuk menstabilkan putaran mesin ketika ada beban tambahan kelistrikan seperti pada AC.

Setelah puas mencoba di trek dalam kota dan tol ada catatan diatas RPM 3000 knalpot kadang nembak, akhirnya dibawa kembali ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut. Pembahasan detailnya kita sambung lagi ditulisan selanjutnya ya.

Tagged :

5 Tips Bikin Hemat Dan Irit Daihatsu Feroza

“Om, Feroza-nya satu berapa?” Ini template pertanyaan hampir di semua pengguna Daihatsu Feroza, baik perorangan maupun klub. Bukan tanpa sebab, karena memang mobil ini dikenal sangat akrab dengan SPBU alias boros. Rata-rata konsumsi BBM Feroza berada di-kisaran 1:6 sampai 1:8, dan inilah alasan pertanyaan tadi di atas.

Bisa nggak sih dibikin lebih hemat dan irit tapi tenaga tetap responsif? Jawabnnya bisa banget, tapi tentunya jangan berharap tiba-tiba jadi 1:15 ya. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, yaitu:

  1. Kembalikan ke spesifikasi standard, mulai dari ban, velg, knalpot, dll. Kenapa? Karena sebagian besar Feroza yang berkeliaran (sepengamatan saya sudah mengalami modifikasi di sektor tadi). Ingat ketika ban di-upgrade ke-ukuran yang lebih besar otomatis berat ban bertambah dan efeknya untuk menggerakkan ban butuh lebih banyak tenaga, begitu juga knalpot nggak jarang yang sudah melakukan modifikasi header, resonator sampai muffler
  2. Gunakan bensin sesuai spesifikasi standard. Patokan mudahnya adalah besaran kompresi mesin, untuk Daihatsu Feroza itu di 1:9,5 artinya RON yang direkomendasikan adalah 92
  3. Perawatan yang baik, nggak jarang pemilik mobil kurang memperhatikan hal ini. Ingat lho umur termuda Feroza itu sekitar 20 tahun. Sebagian pemilik yang saya kenal rata-rata berpatokan “ganti kalau rusak” padahal setiap komponen memiliki usia pakai yang sangat dianjurkan sebelum masuk usia batas pakai diganti. Yang ada akhirnya lupa ganti akhirnya penyakit sudah merembet ke-komponen lain. Dan ujungnya malas ganti, dengan alasan “mahal”.
  4. “Eco Drive” intinya tau kapan ngegas tau kapan ngerem dengan bijak.
  5. Jika dibutuhkan gunakan suplemen, namun pilih yang benar-benar teruji. Salah satu suplemen yang pernah saya uji adalah voltage stabiliser, saat ini yang saya pakai QMax. Emang ngaruh? Awalnya nggak percaya tapi ternyata beneran ngaruh. Jadi karena mobil ini sudah tergolong tua bisa dipastikan kelistrikan juga sudah tua donk, ada kemungkinan bocor arus atau mungkin nggak bocor tapi arus yang dikirim dan yang sampai itu tekor efek dari kabel yang sudah berumur. Maka bisa jadi tenaga juga nggak sampai 100%. Nah dengan alat ini kelistrikan distabilkan dan berdampak pada naiknya tenaga. Otomatis karena tenaga sudah pulih maka beban mesin untuk menghasilkan tenaga yang sama menjadi lebih ringan, dampak lanjutannya adalah sudah pasti konsumsi bensin menjadi lebih irit. 1 suplemen yang saya tambahkan adalah fuel-catalyst BRQ. Fungsi perangkat ini sederhana, yaitu memperbaiki kualitas bensin. Efek yang langsung terasa ada tarikannya lebih ringan.

Dengan mengaplikasikan 5 tips di atas saya berhasil mendongkrak efisiensi BBM dari 1:7 ke 1:9 (dalam kota) dan 1:12 (luar kota). Inipun sudah dengan kondisi ban 31, bumper depan custom (tebal plat 3mm + 4mm), winch Warn, gardan depan untuk fungsi 4×4 (proses modifikasinya dapat dibaca di sini). Total penambahan berat sekitar 150kg. “Om, saya sudah ngikutin saran di atas tapi kok masih boros?” Jawabnya? “Kopdar aja yuk, kita cek bareng”

Tagged : /

Onderdil KW, Pilih Kualitas Atau Harga?

Bagi kalangan penyuka otomotif istilah ini hampir dipastikan akrab ditelinga mereka. Dan nggak jarang juga bikin pusing untuk menentukan pilihannya. Nah sebetulnya apa sih yang membedakan barang original dengan KW atau palsu ini? Sebetulnya ini gampang banget dijawab, karena dari sisi kualitas tentunya barang original dapat dipertanggung-jawabkan dan yang pasti sesuai spesifikasi dari pabrikan. Lalu kenapa muncul onderdil KW ini? Ya karena harganya miring alias lebih murah dibandingkan yang original.

Tapi perlu diingat ada konsekuensi yang harus dibayar dengan menggunakan onderdil KW ini. Apa saja?

  1. Usia pakai lebih pendek
  2. Kualitas umumnya dibawah standard
  3. Mempengaruhi performa mesin dalam jangka panjang
  4. Dapat merusak komponen lain
  5. Menghanguskan garansi
  6. Berpotensi menimbulkan malfungsi dan berujung pada kecelakaan

Saya sih jelas merekomendasikan penggunaan onderdil original, karena kalau kita hitung dalam jangka panjang ongkosnya bisa jadi sama saja. Kalau kamu gimana? Silakan diputuskan dan ditanggung resikonya.

Tagged :

Perlu Nggak Sih Memanaskan Mesin Sebelum Jalan?

Pertanyaan ini selalu memiliki 2 jawaban, ada yang bilang perlu bahkan wajib ada yang nggak perlu. Terus yang benar yang mana? Keduanya bisa jadi benar, tergantung yang ditanya siapa dan mobil apa yang dimaksud. Lalu apa donk yang membedakan?

Bagi yang menjawab tidak perlu, ini berlaku bagi mobil yang memiliki teknologi valve adjuster. Singkatnya teknologi ini yang memungkinkan oli tidak turun langsung ke bawah (tertahan di bagian tengah) ketika mesin dalam keadaan mati lama. Jadi ketika mesin dinyalakan, seketika oli dapat langsung melumasi mesin bagian atas. Umumnya mobil-mobil tahun lawas belum memiliki teknologi ini. Dan mobil dapat langsung dikendarai.

Lalu bagi yang menjawab iya, tentunya adalah kebalikannya. Dimana biasanya berlaku bagi mobil-mobil produk lawas. Sehingga mobil penting untuk dipanaskan, tujuannya agar pompa oli memompa oli ke bagian atas untuk melumasi mesin bagian atas. Cukup 2-5 menit saja memanaskan mesin, karena perlu diingat pada saat mesin bekerja dan mobil diam saja disaat itu tingkat keborosan adalah yang paling tinggi.

O ya, bagi yang terbiasa menginjak gas sebelum mematikan mesin, sangat dianjurkan untuk didiamkan beberapa saat. Jangan langsung dimatikan, karena komponen di dalam mesin dalam kondisi bekerja dan ini dapat mengurangi usia pakai bahkan mesin lebih cepat rusak.

Tagged :

Cara Mengurus Blokir Mobil dan Motor, Ini 7 Langkah Mudahnya

Informasi dari pihak terkait katanya sih gak repot ngurus soal blokir mobil dan motor, praktek di lapangan bisa jadi sangat berbeda lho. Terutama kalau kamu gak paham alur prosesnya, yang ada bisa seharian kamu di Samsat. Ini penting banget bagi kamu yang sudah menjual mobil atau motor kamu, karena kalau gak diblokir kamu bakal kena yang namanya pajak progresif. Supaya kamu gak bingung atau malah jadi repot ngurusnya, ini langkah  yang harus kamu persiapkan supaya beneran gak ngerepotin:

  1. Dokumen yang dibutuhkan, yaitu: foto kopi KTP pemilik kendaraan, foto kopi KK, surat kuasa yang sudah ditandatangani dengan materai (kalau kamu mengurus untuk orang lain)
  2. Nopol kendaraan, merek dan tipe, tahun pembuatan, kepemilikan ke….
  3. Pulpen dan materai (persiapan isi formulir blokir)
  4. Pastikan kamu tahu alamat Samsat (ini hanya bisa dilakukan di Samsat Induk ya) di mana mobil atau motor terdaftar
  5. Sampai di Samsat langsung ke Loket Progresif dan minta Form Blokir Kendaraan
  6. Isi form sesuai data-data dan jangan lupa tanda-tangan di atas materai, setelah itu kembali ke Loket Progresif serahkan semua dokumen yang dibawa (foto kopi KTP, KK dan surat kuasa)  tunggu nama dipanggil, setelah itu langsung foto kopi form blokir yang sudah distempel oleh Loket Progresif
  7. Beres itu langsung ke Loket Komputer serahkan lengkap dokumen yang tadi, tunggu nama dipanggil. Beres deh!

Selamat mencoba dan jangan lupa kasih jempol ya

Tagged :

3 Cara Mudah Cek Oli Palsu

Mesin sebagai komponen utama dalam kendaraan tidak mungkin dapat bekerja tanpa benda ini. Yup, apa lagi kalau bukan oli. Fungsi utamanya jelas melumasi bagian mesin yang membutuhkan supaya dapat bekerja dengan optimal. Selain itu oli juga dapat berkontribusi bikin kendaraan kamu lebih hemat bensin.

Saking pentingnya semua mekanik selalu menyampaikan pesan “jangan telat ganti oli kalau mau awet”, dan tiap kendaraan sudah ada spesifikasi dari masing-masing. Jadi ikutin aja spesifikasi yang direkomendasikan, baik jenis maupun periode penggantian oli.

Nah celakanya gak semua oli yang dijual di pasaran itu terjamin keasliannya. Efek jangka panjang penggunaan oli palsu sudah jelas mengurangi umur mesin kendaraan kamu. Gak perlu pinter dan ahli banget untuk tau oli yang ditawarkan asli atau palsu. Nih 3 cara mudah cek keasliannya:

  1. Biasanya oli palsu dijual dengan harga yang kelewat murah
  2. Bau oli palsu cenderung sangit (sama baunya kyk kamu kalau lagi beli gorengan yang minyaknya udah dipake berkali-kali)
  3. Coba tuangkan seluruh oli dan perhatikan dasar kemasannya, oli palsu sering meninggalkan endapan

Gampang kan?

Tagged :

3 Cara Mudah Cek Pajak Mobil dan Motor Online di Jawa Barat

Bagi yang belum tahu, sekarang warga Jawa Barat dapat mengecek pajak kendaraan secara cepat dan instan. Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Jawa Barat belum lama ini merilis Sambara, kamu dengan mudah mendapatkan informasi biaya pajak mobil dan motor kamu.

Caranya juga gampang banget, ikuti  3 cara mudahnya:

  1. Buka Playstore
  2. Cari dan Download Sambara
  3. Langsung buka aja dan kamu bisa dapetin info pajak mobil atau motor kamu secara realtime

Gampang kan?

Tagged :

Penyebab Overheat (Panas) Pada Mobil

Overheat atau panas berlebih pada mobil dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin bahkan sampai kebakaran. Hal-hal berikut ini adalah faktor kontributor penyebab umum hal tersebut:

  1. Radiator, pada mobil jenis lawas biasanya radiator terbuat dari tembaga atau kuningan dimana bahan ini lebih mudah keropos. Apalagi jika cairan pendingin menggunakan air biasa yang berpotensi meninggalkan endapan sehingga radiator berkerak dan ini adalah awal terjadinya keropos yang akhirnya menimbulkan kebocoran sehingga asupan cairan untuk mendinginkan mesin kurang dan tentunya radiator akan kering dan over heat pasti terjadi. Sangat direkomendasikan menggunakan coolant agar radiator tetap sehat dan perlu diingat titik didih coolant lebih tinggi dibandingkan air biasa, disamping itu coolant juga membantu memberantas kerak atau endapan pada radiator. Namun demikian sebaikanya radiator dikuras setahun sekali agar tetap optimal kinerjanya.
  2. Pipa radiator, biasanya material pipa terbuat dari karet atau bisa juga babet bahkan besi biasa. Jika karet sudah getas sebaiknya langsung diganti untuk menghindari pecah. Cara mengeceknya mudah, cukup tekan-tekan pipa jika sudah tidak elastis atau lunak maka tandanya harus segera diganti. Begitu juga yang berbahan lainnya, meskipun lebih panjang usia pakainya tapi kalau radiator terbiasa diisi air biasa maka hampir dapat dipastikan lebih cepat keropos.
  3. Thermostat, fungsi alat ini adalah membaca suhu ambang (setiap mobil memilihi suhu ambang yang berbeda). Jadi ketika thermostat mendeteksi suhu sudah diatas ambang maka akan membuka valve dan mengalirkan air ke dalam ruang luar mesin dan kemudian dipompa kembali ke radiator. Penting agar selalu menggunakan thermostat sesuai dengan spesifikasi mobil. Segera ganti thermostat jika terindikasi sudah rusak, dan jangan lupa sekaligus ganti housing (rumahnya). Beberapa teknisi terkadang menggunakan pendekatan bypass (mencopot) thermostat dengan demikian air terus mengalir. Hal ini ada baiknya karena mesin cenderung lebih dingin, dan air yang terus mengalir mengurangi kemungkinan penimbunan kerak, namun mesin yang terlalu dingin juga berpotensi membuat pembakaran kurang sempurna. Disamping itu kita jadi “buta” karena tidak dapat memonitor suhu mesin sebenarnya.
  4. Packing Set, materialnya biasanya terbuat dari semacam kertas yang berfungsi menyekat sambungan bagian mesin. Seiring berjalannya waktu maka komponen ini juga akan getas sehingga kompresi mesin akan turun dan efeknya adalah suhu mesin akan meningkat sehingga diperlukan asupan pendingin yang lebih banyak.
  5. Pompa Air (water pump), sesuai dengan namanya fungsinya adalah memompa air yang keluar dari ruang luar mesin kembali ke dalam radiator. Sangat berbahaya ketika komponen ini tidak berfungsi. Peningkatan suhu akan naik drastis dan dapat mengakibatkan kegagalan mesin.
  6. Kipas radiator, sepertinya sepele tapi khususnya untuk mobil lawas yang masih menggunakan visco fan dapat menyebabkan over heat. Contohnya saja pemasangan bilah kipas yang terbalik, putaran kipas yang sudah berat (karena visco fan memang mengandalkan putaran mesin untuk memutar kipas). Perawatan umumnya biasanya cukup mengganti olinya. Atau jika perlu ganti bilah kipas dengan jumlah bilah yang lebih banyak.

Jadi kalau diambil kesimpulan disini adalah, penting bagi pemilik kendaraan untuk selalu melakukan perawatan rutin dan juga penggantian komponen jika sudah lewat masa pakai atau terindikasi sudah kurang optimal kinerjanya. Jangan menunggu rusak baru ganti, karena ketika ini terjadi biasanya penyakit sudah merembet ke komponen lain dan terkadang tidak secara langsung dapat dilihat atau dirasakan.

Tagged : /

Cara Bikin Empuk Bantingan Daihatsu Feroza

Ini juga salah satu yang lumayan banyak dikeluhkan oleh pemilik Feroza, konon katanya naik Feroza berasa naik truk. Ya kalau mau berasa naik sedan mending naik sedan beneran kali ya.

Tapi bukan berarti bantingan Feroza tidak dapat dibuat sedikit lebih nyaman, asal ritualnya dilakukan dengan benar dan tidak mengurangi faktor keamanan.

Di Indonesia ada 2 jenis suspensi Feroza yang beredar, edisi sebelum 96 yang menggunakan per daun dan edisi 96 ke atas yang sudah menggunakan per independent atau dalam bahasa kerennya per keong.

Tulisan ini khusus membahas per daun ya, cukup 3 hal yang dilakukan agar bantingan menjadi sedikit lebih empuk. Ini caranya biar bikin lebih empuk:

  1. Yang paling mudah adalah ganti shock breaker dengan tipe oli karena tipe gas cenderung lebih keras.
  2. Mengganti per daun nomor 1 (paling atas) dengan daun yang lebih panjang.
  3. Gunakan selalu ban standard dan velg standard

Dengan cara-cara ini niscaya bantingan Feroza anda akan lebih empuk tapi masih tetap aman.

Ingat jangan pernah lakukan rol per karena ubahan ini akan membuat per menjadi getas dan bisa tiba-tiba patah. Kalaupun ingin melakukan rol maka lakukan dengan metode yang benar jangan sekedar ditarik dan ditekuk paksa. Minimal per dipanaskan secara merata pada suhu yang dianjurkan.

Tagged : /

Begini Cara Upgrade Daihatsu Feroza Injeksi EFI Yang Benar

Setelah membaca banyak teori akhirnya diputuskan untuk membuktikan teori-teori yang berseliweran di dunia maya. Dan ternyata sama halnya dengan Pembuktian 4×4 (baca juga: Modifikasi Daihatsu Feroza 4×4) sebelumnya dimana sebagian besar teori tersebut hanya asumsi dan kata si A kata si B kata si anu, cuma ini cuma itu. Baiklah mari kita mulai ulasan yang lebih beracun dari sianida ini.

Komponen pertama yang paling penting otomatis adalah perangkat EFI yang terdiri dari ECU dengan wiring dan intake beserta sensor yang menempel di situ (bisa diperoleh dengan harga 3-4 jutaan), tadinya saya pikir ini sudah cukup. Tapi setelah membaca kitab suci panduan resmi manual dari Daihatsu untuk EFI ini ternyata wiring utamanya berbeda 100% dari wiring Feroza yang ada di Indonesia. Hal tersebut karena ada beberapa sensor tambahan, plus indikator di panel cluster speedometer. Dari temuan ini saya putuskan untuk menggunakan mesin utuh Feroza EFI lengkap dengan ECU yang saya datangkan khusus dari Jepang seharga sekitar 6,6jt. Itupun ternyata ketika datang adalah versi AT, beruntung yang berbeda hanya fly wheel transmisi, dan juga belum dilengkapi wiring utama dan wiring ECU, akhirnya saya menghubungi beberapa sahabat Feroza di Inggris dan Australia dan alhamdulillah akhirnya dapet juga, harus ditebus dengan harga 2,5jt termasuk ongkir plus pajak dan tambahan panel cluster speedometer yang menurut saya perlu diganti karena versi Indonesia tidak terdapat beberapa indikator yang sepengamatan saya minimal ada 5 tambahan indikator.

Dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim mesin mulai dipreteli dan sebagai acuan dasar turun mesin maka packing set original Jepang seharga sekitar 1,6jt, dan ring piston seharga sekitar 666rb harus diganti. Dan demi meningkatkan kinerja diputuskan juga dilakukan port polish dan optimasi ruang pembakaran, untuk sektor ini membutuhkan tambahan dana sekitar 5jt. Setelah mesin dipreteli juga ditemukan beberapa komponen yang perlu diganti, seperti thermostat, cover timing belt atas dan bawah (karena bawaannya sudah pecah), timing belt, tensioner, cover distributor dimana semua menggunakan komponen asli Daihatsu.

Kembali antri di ATM dan mulai bikin semaput saldo, kira-kira 2jt untuk belanja komponen ini. Tidak berhenti sampai di situ, masih jajan lagi nih untuk busi NGK, air radiator wurth 5 liter, dan oli mobil-1 15-50 full synthetic (mobil 1) yang ditebus semuanya sekitar 1,5 juta. Saya pikir sudah terpenuhi semua komponen yang dibutuhkan, eh ternyata masih ada yang luput yaitu air filter beserta kroninya, setelah tirakat akhirnya diputuskan menggunakan spesifikasi racing (K&N) plus custom selang hawa total dengan kisaran harga 3jt. Sentuhan terakhir adalah perawatan rutin AC sekaligus mengisi ulang freon yang otomatis terbuang pada saat perakitan ulang dan juga mengganti tabung dryer dengan perkiraan bon sekitar 1jt.

Untuk seluruh pekerjaan ini dikerjakan oleh sebuah bengkel spesialis balap dengan pengalaman 20 tahun lebih dibidangnya yang kebetulan pernah menjuarai drag race menggunakan Feroza di masa jayanya, proses negosiasi harga jasa bertemu di 15 juta yang untungnya bisa dicicil karena faktor kedekatan dengan pemiliknya.

Jadi berapa total biaya yang dibutuhkan untuk proyek ambisius dan idealis ini? Kalau tidak salah hitung sekitar 35jt. Sudah setara dengan harga sebuah Feroza ya. Tapi saya yakin jika ingin dikerjakan dengan minimalis dan prinsip “yang penting hidup dan EFI” maka biaya dapat dipangkas sekitar 1/3 dari total tadi. Dan saat ini saya sudah stok lilin untuk 1 tahun kedepan, karena setahun kedepan saya akan ambil pekerjaan paruh waktu NGEPET ☺

Penampakan menyusul ya (update: foto penampakan ada di gambar cover atas), direncanakan Q4 2016 sudah dapat dinikmati hasilnya. O ya seluruh proses ini menghabiskan waktu sekitar 9 bulan, dimulai dari perencanaan, riset, perburuan komponen, nabung sedikit-sedikit. ?

Tagged : /